Rabu, 04 Agustus 2010

Pengelolaan Persediaan Bahan Baku

A. Pengertian Bahan Baku

Bahan baku adalah bahan yang identitasnya dapat dilacak pada barang jadi.

B. Penentuan Harga Pokok Bahan Baku yang dibeli

Semua biaya yang terjadi untuk memperoleh bahan baku dalam keadaan siap pakai, merupakan unsur harga pokok bahan baku yang dibeli. Harga pokok bahan baku terdiri dari harga beli yang tercantum dalam faktur pembelian ditambah biaya-biaya pembelian. Salah satu biaya yang terjadi dalam pembelian adalah biaya angkut.

Apabila biaya angkut diberlakukan sebagai tambahan harga pokok bahan baku, maka alokasi biaya angkut kepada masing-masing jenis bahan baku yang dibeli didasarkan kepada:

a. Perbandingan kuantitas tiap jenis bahan baku (BB) yang dibeli

Rumus : (jumlah tiap jenis BB yang dibeli x biaya ankut)/(Jumlah seluruh BB yang dibeli)

b. Perbandingan harga faktur tiap jenis bahan baku (BB) yang dibeli

Rumus : (Jumlah harga tiap jenis BB yang dibeli x biaya angkut)/(Jumlah harga seluruh BB yang dibeli)

Contoh :

PT. Amanda membeli 3 macam bahan baku yang digunakan untuk proses produksi. Biaya angkut yang dikeluarkan adalah Rp 1.500.000,00. Adapun bahan baku yang dibeli adalah sebagai berikut:

Bahan Baku A: 1500 kg @ Rp 6.000,00 = Rp 9.000.000,00

Bahan Baku B: 750 kg @ Rp 4.500,00 = Rp 3.375.000,00

Bahan Baku C: 600 kg @ Rp 7.500,00 = Rp 4.500.000,00

2850 kg = Rp 16.875.000,00

Diminta: Hitunglah alokasi biaya angkut kepada masing-masin bahan baku dengan perbandingan kuantitas dan harga faktur!

Jawab:

Perbandingan kuantitas

Alokasi BB A: 1.500/2.850 x Rp 1.500.000,00=Rp 789.474,00

Alokasi BB B: 750/2.850 x Rp 1.500.000,00=Rp 394.737,00

Alokasi BB C: 600/2.850 x Rp 1.500.000,00=Rp 315.789,00

Perbandingan harga faktur

Alokasi BB A: 9.000.000,00/16.875.000,00 x Rp 1.500.000,00=Rp 800.000,00

Alokasi BB B: 3.375.000,00/16.875.000,00 x Rp 1.500.000,00=Rp 300.000,00

Alokasi BB C: 4.500.000,00/16.875.000,00 x Rp 1.500.000,00=Rp 400.000,00

C. Penentuan Harga Pokok Bahan Baku yang Dipakai

Bila harga bahan standar, maka harga pokok bahan yang digunakan dengan mengalikan jumlah unit dengan harganya. Tetapi bila harga berubah-ubah,maka harga pokok bahan yang dipakai harus menggunakan salah satu metode penilaian bahan.

Metode yang dapat dipilih adalah:

Metode Identifikasi Khusus

Metode ini mencatat setiap bahan dan harga belinya sendiri-sendiri sehingga bila ada bahan yang dipakai dapat diidentifikasi harga belinya. Perusahaan yang memakai harga pokok pesanan seringkali memakai metode identifikasi khusus untuk bahan baku yang tidak disediakan di gudang.

Metode Masuk Pertama Keluar Pertama

Metode Masuk Terakhir Keluar Pertama

Metode Rata-Rata Bergerak/Tertimbang

D. Perhitungan dan Pencatatan Biaya Bahan Baku

Ada 2 sistem pencatatan persediaan bahan baku yang digunakan yaitu system fisik dan system perpetual

System fisik

Pembelian bahan baku (fisik)

Pembelian Rp xxx

Utang dagang/kas Rp xx

Pembelian bahan baku (perpetual)

Persedian BB Rp xxx

Kas/utang Rp xxx

Pemakaian bahan baku (fisik)

Tidak dicatat

Pemakaian Bahan Baku (perpetual)

BDP-BBB Rp xxx

Persedian BB Rp xxx

Terjadi retur pembelian (fisik)

Kas/Utang Rp xxx

Retur pembelian Rp xxx

Terjadi retur pembelian (perpetual)

Kas/utang Rp xxx

Persediaan BB Rp xxx

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar